Keseharian

Food Prepation: Bahan Makanan Lebih Awet dan Hemat Waktu

Kebiasaan untuk melakukan Food Preparation berawal ketika pindah domisili untuk mengikuti suami bekerja. Sebelumnya saya sama seperti yang lain, pesan online makanan ataupun menikmati masakan Ibu ketika di rumah. Kepindahan saya ke Kabupaten Hulu Sungai Selatan yang tidak ada pilihan untuk mengkonsumsi sehat. Terlebih lagi, setelah saya didiagnosa oleh dokter memiliki sakit pada Ginjal dan Hati. Hal itu mengharuskan saya untuk lebih sadar apa yang saya makan. Jadi mau atau tidak, saya harus membiasakan diri memasak.

Tentu ini bukan hal baik untuk dicontoh, setelah kena sakit baru berubah. Mungkin bisa jadi pelajaran juga bahwa yang belum dikasi ujian sakit bisa berbenah pola hidup sejak sekarang, tak harus tunggu sakit dulu. Alasan lainnya mengapa harus Food Preparation karena lebih hemat waktu dan energi. Bagi saya yang seorang Ibu harus mengurus anak berusia 1 tahun sendiri dirumah membuat saya tidak memiliki banyak waktu memasak seperti sebelumnya.

Setiap weekend saat Bapaknya sedang dirumah, saya mempersiapkan bahan makanan untuk 3-4 hari ke depan, beberazpa bahan bisa tahan sampai seminggu juga. Ketika hari biasanya, saya tinggal cuci kembali kemudian langsung masak menu sederhana yang tidak memerlukan waktu lama, kalaupun harus rebus atau ungkep juga bisa ditinggal bermain dulu sama anak. Terkadang saya berpikir, kalau masak yang lama itu bagian memotong dan siapkan bahan, karena masaknya sebenarnya sebentar saja.

Saya setuju penjelasan @atiit soal food preparation bahwa ini semacam metoda yang mengubah bahan baku mentah (seperti buah, sayur, daging, ikan, biji-bijian, dan lain-lain) menjadi bahan siap masak. Biasanya di dalamnya ada proses seperti membersihkan, mengupas, memotong dan mencampur bahan masakan. Dengan kata lain, ini seperti investasi waktu. Repot sedikit di awal, tapi jadi lebih cepat dalam proses memasak selama satu sampai dua minggu ke depan.

 

 

Hal yang perlu diperhatikan dan disiapkan:

  • Selain bahan makanan, siapkan alat yang dibutuhkan seperti; pisau, talenan, kain kering, container makanan, mangkuk cuci sayur dan tissue.
  • Usahakan buat menu mingguan, tapi ini tergantung kebiasaan. Biasanya saya membuat menu mingguan untuk memudahkan pembelian dan efisiensi penggunaan bahan jadi setiap masak sudah tahu mau ambil apa di kulkas dan akan masak apa.
  • Pastikan sudah cuci tangan dengan sabun dan air bersih, sebelum dan sesudah memegang bahan makanan. Termasuk juga mencuci terlebih dahulu alat yang digunakan agar semua prosesnya bersih.
  • Jika memiliki kebiasaan tertentu silakan dilakukan, semisal merendam dengan garam untuk menghilangkan pestisida atau meyakini metode pembersihan secara khusus.
  • Pastikan sayur yang dicuci benar-benar telah kering (kadar air di sayuran dapat membuat bakteri lebih cepat berkembang dan memicu untuk busuk lebih cepat).
  • Jangan bercampur, sayur dan buah tidak boleh terkena cipratan dari bahan protein untuk mencegah proses pembusukan.
  • Bersikap santai, food preparation sifatnya trial and erorr. Metodanya pun berbagai macam jadi disesuaikan kebutuhan dan kemampuan diri.

Potong bahan sesuai dengan kebutuhan, biasanya potongan untuk rebus (sop atau sayur kuah lainnya) dan tumis akan berbeda. Beberapa bahan pun memiliki cara yang berbeda. Jika penyimpanannya ingin dalam waktu lama, seperti wortel, buncis dan sawi itu tidak saya cuci agar lebih tahan lama dan bebas dari resiko busuk. Untuk sayuran biasanya juga digunakan tissue sebagai pengalas yang berfungsi untuk menjaga kelembaban, namun jika penggunaannya 3-4 hari ke depan, tidak masalah jika tidak menggunakan tissue. Bahan seperti tahu, jangan lupa ditambahkan air ke dalam container (diganti setiap 3 hari). Kalau untuk lauk semacam Udang, Ikan dan Daging jangan lupa tambahkan Perasan Jeruk Nipis agar tetap segar dan mengurangi bau amis.

Untuk cabe-cabean sendiri biasanya tidak saya food prepation secara khusus. Cukup usahakan tangkai cabainya tetap ada. Selain itu, saya tidak pernah memotong cabai, tomat dan bawang-bawangan untuk disimpan di kulkas. Bisanya saya tetap rindu memotong karena bikin relax jadi sensasi memotongnya bisa tetap didapatkan dari memotong bawang, cabai dan tomat.

Hasil sampah dari Food Preparation juga bisa langsung dikumpulkan untuk dijadikan kompos. Teman-teman bisa google dan pilih cara yang sesuai dengan waktu dan kemampuan diri dalam mengolah kembali sampah yang dihasilkan. Yang bikin miris juga, beberapa hasil penelitian (klik disini) menyebutkan tingginya tingkat sampah rumah tangga, jadi metoda ini bisa membantu untuk permasalahan tersebut.

Penataan di Kulkas juga penting, pastikan untuk sumber protein diletakkan dibagian Freezer.

Terakhir, jangan lupa untuk menyediakan ruang untuk beradaptasi dan bersikap fleksibel. Pas awal mencoba pasti akan terasa capek dan lama sekali. Tapi, Ingatlah kemudahan yang akan didapatkan seminggu ke depan. Belum lagi yang memiliki kesibukan setiap harinya jadi tidak bisa selalu belanja ke pasar atau supermarket. Nah, metoda Food Preparation pas sekali untuk dicoba. Kalau ada pembaca yang sudah mencobanya, silakan berbagi tips di kolom komentar ya 🙂

Tinggalkan Komentar