Berwawancara

Berwawancara #5 Pamula Mita: Sapioseksual dan Drama “Berpenampilan Menarik”

Urban Dictionary mendefinisikan sapioseksual sebagai orang yang menganggap kecerdasan adalah hal yang paling utama saat menyukai orang lain. Sederhananya, sapioseksual memilih mencari pasangan yang bisa memberikan obrolan menarik. Istilah sapioseksual diciptakan pada 1998 untuk menggambarkan seseorang yang memiliki ketertarikan lebih pada pikiran daripada tubuh pasangan. Mereka yang mengaku dirinya sebagai sapioseksual akan mengatakan bahwa mereka dihidupkan oleh otak dan cenderung menyukai wawasan orang lain. Pada tahun 2014, ketika OKCupid memasukkan sapioseksual dalam daftar orientasi seksual, kata ini menjadi naik daun dan sekitar 9.000 anggota aplikasi kencan online tersebut mengidentifikasi diri sebagai sapioseksual.

Berwawancara kali ini akan ditemani oleh Pamula Mita Andary yang katanya sedang tidak menjadi siapa-siapa, tapi tetap berusaha produktif dengan belajar membuat podcast (decast.id dan Room Chat yang bisa didengarkan di Spotify). Selamat menikmati cerita dan pengalaman Mita sebagai Sapioseksual, siapa tahu tanpa disadari kamu juga seorang Sapioseksual.

Langsung ke topik nih, di usia berapa menyadari kalau Mita ternyata seorang sapioseksual?

Sepertinya SMA ketika umur 17 tahun, tapi itu masih on off on off sih. Setelah putus dari siswa salah satu SMA terkemuka di Sulsel, saya memutuskan pacaran dengan orang yang buat saya tertarik karena ganteng dan badannya yg atletis. Ini saya berasa di wawancara Cosmopolitan ya tapi saat itu, tidak terpikir sama sekali kalau itu namanya sapioseksual. Saya cuma mikir, wah keren sekali ya kalau bisa pacaran dengan anak yg berprestasi, pembahasannya akan banyak dan beragam.

Berarti kalau ada yang chat mita pembahasannya seputar sudah makan atau belum, lagi dimana itu langsung di skip?

Pas SMA sih nggak juga, namanya masih ABG ya. Setelah memasuki kuliah setelah saya putus dari pacar saya yangg atletis yang saya pacari cukup lama (3 tahun), akhirnya saya merasa boring kalau ada yang ngechat tapi pertanyaannya dasar begtu.

Bahas mantan nih, ada berapa dan berapa dari mantan itu yang memenuhi kriteria sapioseksual?

Ada lima sampai dengan saat ini, tidak termasuk yang TTM ya haha. Dari lima orang itu ada empat orang yang menurut saya cerdas. Tiga orang diantaranya juga sapioseksual.

Kalau sesama sapioseksual, pdkt dan pacarannya seperti apa? Ada cerita seru?

Yang paling parah sih saya dan mantan berkompetisi dalam sebuah lomba. Untuk mantan saya yang inisialnya ND, itu kami berkompetisi hampir di banyak bidang, seperti: Beasiswa, Mahasiswa Beprestasi, Nilai mata kuliah sampai KKN International. Sedangkan yg IH, kami pernah sama-sama mengikuti lomba tepat guna teknologi, dimana di situ saya dan dia merangkai satu alat yg diperlombakan tingkat provinsi. Selain itu karena dia anaknya sangat overseas experienced oriented.

Saya juga pernah bebrapa kali daftar program keluar negeri karena dorongan dia juga, cuma sayangnya belum rejeki, dan sebagai timbal baliknya saya bantu dia juga untuk daftar ke Tiongkok waktu itu, syukurnya dia dapat.

Ini berarti ada mantan yang saingan dan ada juga mantan yang kolaborasi bareng. Ada jalan santai ke mall atau main timezone bareng nggak sih kalau sapioseksual? Obrolan receh atau ghibahin orang nggak masuk ya di kalangan sapioseksual.

Waktu sama si ND, nonton sih paling, kalau sama IH, karena kebetulan kita terikat project dengan universitas Jepang waktu itu, jadi waktu pacaran kita ya di SITE kami di pulau dan di ruang rapat. Ghibah itu tentu saja, cuma beda ghibahnya. Kalau kita lebih gibahin prestasi orang, misalnya cara dia presentasi, ide presentasi dia yang kurang nampol dan lainnya. Eits, kita tetep receh kok tapi dengan begitu, sesungguhnya membuat saya jadi mengetahui banyak sekali hal baru.

Experiencenya beda banget ya. Smart is a new sexy berarti beneran tagline anak sapioseksual ya

Highly intelligence person sih lebih tepatnya, kalau smart masih cetek.

Kriteria itu merambah juga soal pemilihan teman atau khusus pasangan?

Oh iya tentu. Bukan berarti saya pilih-pilih teman, cuma dengan teman yang tidak sefrekuensi sama saya biasanya hubungan kita kurang long last. Kalau pasangan iya, saya kadang nggak mikir dia cakep apa tidak, asal dia asik dan bisa menjwab pertanyaan bodoh saya dengan asik sekalipun, saya pasti tertarik

Ada gejala khusus nggak kalau ketemu orang cerdas yang bikin tertarik itu?

Sejauh ini tidak pernah betul-betul mendeteksi orang mana yang pintar dan saya jadikan target untuk membina hubungan pacaran atau teman. Menurut pengalaman, saya selalu dengan tidak sengaja dipertemukan dengan orang yg seSPESIES dan itu akan terdeteksi. Kalau dia benar-benar SPESIES kita apa bukan setelah 4-5x dia merespon chat kita.

Mita paling tertarik bagaimana dia memberikan jawaban, jokesnya, pengetahuannya soal suatu isu atau cara chatnya?

Duh pertanyaannya susah ya, itu udah kayak 1 paket sih. Jadi menurut saya sih, cara orang menunjukkan kecerdasannya beda-beda, Saya pun hanya merespon jenis-jenis cerdas yg tertentu (duh gimana ya ngejelasinnya), misalnya nih, dia orangnya suka sarkas atau nge-dark jokes, nah tipe cerdas yang nggak kaku dan cenderung rebel kayak gini sih yang buat saya tertarik.

kalau tipe cerdas diatas tidak tampan secara fisik, tidak bercukupan materi, itu beneran aman?

Tidak kaya secara materi dalam artian dia tidak berasal dari keluarga yang berada, saya ga peduli sih. Yang saya yakini, dia berprestasi, dia cerdas berarti dia tdk akan membiarkan dirinya miskin. Kalau secara fisik yang jelas dia cara berpakaiannya rapi dan wangi, muka ngikut kok dengan kecerdasan dia. Saya senang kalau pacar saya disenangi banyak orang karena kecerdasan dia, ada kebanggan tersendiri.

Sapioseksual dikenal pemilih. Pernah ditolak atau dianggap belum selevel dengan yang merasa kadar cerdasnya udah dewa?

Belum pernah sih ditolak, cuma ga disukain balik aja tapi keadaannya si cowok nggak tahu kalau saya suka sama dia.

Apa tingkat kecerdasan ditentukan gelar?

Nggak juga ah. Tingkat kecerdasan ditentukan dari pengalaman sih. Saya tuh suka lemah sama orang yang punya banyak pengalaman, karena cerita mereka banyak.

Yang terpenting bagi sapioseksual, obrolan atau kepastian?

HAHAHAHAHHAHAAHA OBROLAN, tapi karena saya pisces hahahahaha pisces nya anaknya baper, kadang-kadang menuntut kepastian juga. Sebagai Sapioseksual, saya nggak pernah nyesel. Saya sangat menikmati, saya ini sesungguhnya udah ditahap mencari my forever 2nd opinion person, bukan perkara cinta saja

Selain seru dan hal baiknya, ada dramanya nggak jadi sapioseksual?

Ada banget. Kalau misalnya, tertarik sama sapiosexual yang udah punya pacar HAHAHAH. Biasanya juga lebih ke adek sih kayak bilang KENAPA SIH MAU SAMA DIA karena adek ga sapioseksual, jd dia nggak paham, sudut pandang kita dalam mencari pacar beda. Cuma ya sekali lagi, hidup hidup saya, saya yang jalani.

Saya sering dengar kalau katanya sapioseksual itu sukanya sama pemikiran orangnya bukan orangnya?

Tapi bukannya pemikirannya yg akan buat dia hidup? Bukannya pemikiran itu pilot dari raganya ya?

Jadi misalnya orangnya sakit lupa, atau sakit yang memengaruhi kemampuan dia berdialektika, itu bagaimana?

Tapi kalau dari pengalaman mantan-mantan saya memang bersikap agak berlebihan sih. Semisal kasusnya seperti diatas bagi saya selama dia tidak pernah menyakiti ya, saya akan tetap bersama. Soalnya  bukan perkara cinta (again and again) tapi terbiasa. Mungkin perlu dilihat juga durasi kebersamaannya sudah berapa lama saat kejadian itu terjadi, kalau belum ada ikatan yang begitu kuat realistis ya cari yang lain. Kalau sudah terbiasa sama sama, ya stay. Bentuk komunikasinya mungkin sudah beda kalau memang hal buruk itu terjadi.

Sapioseksual senang berganti-ganti pasangan bukan? Kapan merasa selesai?

HAHAHAHAHAHAHHAHAHAHAHAHAHAHAAHHAHAHAHA IYA BANGET tapi nggak tahu ya. Mungkin karena mantan saya dulu memang toxic jadinya saya mudah berpaling atau memang yang namanya rasa ingin tahu yang nggak ada habisnya. Intinya selalu memperkaya diri kayaknya, jangan merasa sudah tau banyak hal lantas berhenti belajar.

Saya nggak bisa jawab kapan terpuaskan dan selesai. Saya kalau cinta sama orang memang secinta-cintanya, kata jaman skrng BUCIN sampai dia lakukan hal yang menurut saya tidak wajar kayak mengekang. Disitu saya baru bisa berhenti, merasa bosan, selalu mau kabur, dan mencoba mencari yang lain. A lot of the times, sapiosexuals will date other sapiosexuals, because they’re attracted to, and appreciate, each other’s intelligence.

Mita pernah mengalami kalau orang cantik gampang nanti cari kerja, jodoh. Tidak seperti kita yang muka pas-pasan karena harus usaha lebih.

Iyaa betul. Hahaha aduh itu orang yang merasa dirinya cantik sebenarnya susahi dirnya, karena selalu ada tekanan dari luar yang bilang cari pasangan setidaknya sepadan. Sepadan secara fisik. Kalau kerjaan, saya kurang setuju kecuali memang pekerjaan yang mengutamakan fisik kayak model kayaknya dasar argumennya. Seperti halnya sapiosexual, kalau cerdas, ada keinginan juga cari yang cerdas kalau saya cari yang tidak bisa dicela saja HAHAHHA. Lagipula berpenampilan menarik kan tidak harus wajah yang cantik, mungkin pandai mix and match warna, harum, rapi, punya selera fashion yang bagus.

Pernah ada moment nggak enaknya jadi orang “benampilan menarik”?

Biasa sih pas jadi Mahasiwa Baru, senior cowok ataupun cewek samasama rese. Kalau dalam hubungan nggak ada kayaknya. Palingan pacar posesif. Awalnya dulu sy melihat ini sebagai tanda sayang tapi lama kelamaaan saya salah. itu obsesi.

Kalau semua orang maunya pacaran sama Mita dan nggak mau temenan, itu masuk kategori menyebalkan nggak?

HAHA Iya banget 🙁 maksudnya yang berpenampilan menarik jadi sasaran empuk senior. Oh iya ini juga, jadi kadang ada orang salah artikan sifat saya yang supel. Saya kan anaknya ceplas ceplos. Bisa saja saya ngobrol for hours dengan orang yang baru saya kenal, itu karena saya tidak jaim sih.

Pesan mita untuk yang suka bilang cewek cantik atau berpenampilan menarik itu enak, nggak ada susahnya.

Menjadi cewek yang dilabeli cantik itu tanggung jawabnya berat karena akan selalu jadi pusat perhatian, every little thing matters.Harus ini, harus itu. Di media sosial pun begitu karena jadi pusat perhatian. Cewe cantik itu gengsinya bisa jadi tinggi. Memang ini previlieged, tapi kalau tidak berhati-hati, nanti akan terjerat.

Mita, terima kasih untuk obrolannya yang seru ini, saya aja sebagai yang wawancara merasa dapat pengetahuan yang benar-benar baru. Sekadar informasi, ketika mengedit tulisan ini, saya sambil membayangkan apa yang diceritakan Mita ketika menjalin hubungan sesama Sapioseksual.

Untuk pembaca, ada yang sapioseksual juga? Ngacung. Tuliskan cerita atau pengalaman menarik kalian tentang Sapioseksual dikolom komentar dibawah ya biar kita bisa saling sharing.

Tinggalkan Komentar