Tips 101

Menanam Sayuran, kuy!

Assalamualaikum. Halo!

Cerita tentang menanam sayuran ini berawal dari setelah menikah merasa punya waktu luang dan sebagai buibuk yang sibuk mencari kesibukan maka berkebun menjadi pilihan yang terlihat asik. Nah, sebagai awalan mencoba berkebun sayuran. Semoga tips-tips menanam berikut ini membantu.

Tentukan tanaman apa yang ingin ditanam.

Buatlah daftar semua sayuran yang ingin ditanam. Jika belum terbiasa, mulailah dari yang mudah terlebih dahulu. Saya sendiri memulai dengan mencoba bertanam; tomat, terong, bayam, kangkung, cabe rawit, cabe pot dan kemangi. Untuk melengkapinya, sediakan benih yang akan ditanam, kemarin saya beli online melalui usaha teman, belinya di https://www.instagram.com/agrishop.official/. Alat yang dibutuhkan sekop dan garpu tanah, pot, polybag atau bisa juga menggunakan wadah tak terpakai seperti kaleng bekas ataupun botol plastik.

Perhatikan ruang yang tersedia dan pola konsumsi.

Pekarangan biasanya menjadi pilihan sebagai ruang berkebun. Pekarangan atau teras rumah harus dinilai dengan bijak, karena ruang menentukan banyaknya sayuran yang bisa ditanam, berlebihan secara jumlah tentu tak akan baik Selain itu, bila anggota keluarga yang mengkonsumsi hanya sedikit sebaiknya menanam dalam jumlah wajar saja, terkecuali ada keinginan untuk dijual atau dibagikan kepada tetangga-tetangga.

Mari mulai menanam

Media Tanam
Setelah mempertimbangkan dari hasil bacaan untuk mendapatkan media tanam terbaik, saya mencampurkan antara arang sekam, tanah dan humus organik. Perbandingannya 1:1:1. Jika kesulitan mencari humus organik bisa digantikan dengan kompos atau kotoran hewan olahan. Bahan ini bisa didapatkan di toko pertanian, atau jika ingin mudah, bisa mendapatkan di toko seperti ACE, disana kotoran sapi dan kotoran kambing olahan pun tersedia lengkap.
Setelah tercampur dengan rata, pindahkan ke pot atau polybag yang akan digunakan, Setelah itu basahi media tanam agar menjadi lembab.
Pupuk
Disini sesuai kenyamanan hati, bisa menggunakan pupuk kimia, hayati, atau kompos yang dibuat sendiri dengan menggunakan sisa makanan. Yang terpenting memiliki kandungan NPK, disini saya menggunakan pupuk hayati sedikit saja karena media tanamnya sudah memiliki kandungan nutrisi yang utamanya berasal dari humus organik.
Jika jumlah sayuran yang ditanam sedikit, cukup dengan menggunakan pupuk organik, terkecuali bila tanaman tumbuh lambat bisa diberikan sedikit pupuk kimia untuk merangsang pertumbuhannya kembali normal.
Benih
Masukkan benih sayuran yang digunakan, atur jarak tanam. Bahaya kalau terlalu berdempetan. Pengaturan jarak tanam akan memudahkan tanaman bernafas dan tumbuh pptimal.
Agar semakin sempurna, setelah benih ditabur dengan rata d, lapisi dengan arang sekam pada bagian teratas. Tipis-tipis aja.
Selesai deh, jangan lupa seminggu sekali pemupukan dengan sistem kocor, pupuknya dicampur air terus disiram seperti biasa. Penyiraman bisa dilakukan setiap hari, pada waktu pagi atau sore hari.

Akhirnya Panen

Ini penampakannya setelah seminggu (kiri) dan dua minggu (kanan). Hal yang penting untuk diperhatikan, apabila terdapat ulat ataupun hewan lainnya jangan lupa langsung diambil untuk menjauhi tanaman supaya tidak mengganggu pertumbuhan, biar tanamannya juga merasa aman.
Tips dan tata cara menanam menyenangkan diatas saya gunakan pada keselurahan sayuran (tomat, terong, bayam, kangkung, cabe rawit, cabe pot dan kemangi). Pada tanaman bayam dan kangkung panennya lebih cepat, mulai 21-25 hari setelah tanam sudah bisa dipetik dan dimasak. semoga membantu 🙂
Cabai
Cabai
Bayi Tomat
Tomat
Kemangi

Jika ada yang ingin ditanyakan atau ingin berbagi pengalaman silakan komentar ya.

Tinggalkan Komentar